Travelxism Teguhkan Komitmen Dukung Pariwisata Inklusif Melalui Program DifaTravelX


Oleh Admin | Kamis, 30 Oktober 2025 02:39 | 238 kali

DifatravelX x Travelxism

Travelxism menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan melalui program DifaTravelX, hasil kolaborasi dengan Difabike dan berbagai komunitas disabilitas di Yogyakarta.

Travelxism Terus Komitmen Mendukung Pariwisata Inklusif 

Travelxism, sebuah start-up pariwisata berkelanjutan, senantiasa berupaya untuk mendukung terciptanya pariwisata inklusif di berbagai destinasi wisata. Salah satunya adalah dengan melakukan DifaTravelX bersama 15 rekan disabilitas dari DifaBike, Jogja Disability Arts dan PR Yakkum Yogyakarta pada beberapa destinasi wisata seperti Tamansari, Museum Wahanarata, dan Keraton Yogyakarta, Sabtu (25/10). 

Sebelum sampai pada tahapan pelaksanaan inclusive tour ini, terlebih dahulu dilaksanakan program pelatihan DifatravelX pada 2024, yang merupakan kolaborasi antara Travelxism dengan Difabike, sebuah provider ojek online yang semua pengemudinya merupakan disabilitas. Program ini didanai secara penuh melalui skema UK Alumni Social Project Grant dari The British Council Indonesia. 

“Pada mulanya, DifatravelX merupakan program yang diinisiasi Travelxism melalui skema UK Alumni Socal Project Grant. Kami mengajak Difabike sebagai mitra dalam pelaksanaan program ini. Sejak 2022, kami telah mengadakan berbagai macam agenda pelatihan, diantaranya peningkatan kepercayaan diri dan public speaking para peserta disabilitas. Selain itu  kemampuan tour guiding, storytelling, kemampuan Bahasa Inggris, video dan foto editing, serta digitalisasi destinasi juga menjadi materi pelatihan tersebut,” jelas Gilang Ahmad Fauzi, Project Officer DifatravelX, Sabtu (25/10). Program ini juga telah mendapatkan apresiasi secara langsung dari Menteri Pariwisata RI (2019-2024) Sandiaga Salahuddin Uno. 

Ke depan, Gilang berharap, program yang telah berjalan lebih dari tiga tahun ini dapat berlangsung secara berkesinambungan. “Untuk kendaraan yang digunakan teman-teman disabilitas bahkan sudah pernah dicoba oleh Menteri Pariwisata sebelumya, Bapak Sandiaga Uno dan Kapolda DIY secara langsung. Sehingga, pilihan moda transportasi publik di Yogyakarta akan sangat beragam dan aman secara legalitas,” jelasnya. Semantara, inclusive tourism di lingkungan Keraton Yogyakarta  dapat menjadi magnet penting sebagia destinasi wisata dan kawasan ramah disabilitas sehingga harapannya dapat dieskalasi lebih lanjut dan dapat diimplementasikan di berbagai wilayah, sebagai sebuah bentuk komitmen mendukung pariwisata berkelanjutan.

Baca Juga: Berkolaborasi dengan Artisan Lokal, Travelxism dan Babad Luncurkan Produk Fesyen Ramah Lingkungan

Share this Article